![]() |
| Notaris/PPAT Yena Handayani,SH.,MKn |
BEKASI – TASIKMALAYA — Dalam dunia hukum, reputasi tidak dibangun dalam semalam. Ia tumbuh dari ketekunan, konsistensi, dan integritas yang dijaga tanpa kompromi. Itulah jejak profesional yang dapat dibaca dari perjalanan karier Yena Handayani, SH., M.Kn.
Sebelum dikenal luas sebagai Notaris dan PPAT di Tasikmalaya, Yena lebih dulu mengabdikan dirinya di dunia akademik di Bekasi. Di ruang-ruang perkuliahan, ia tidak sekadar menyampaikan teori hukum, tetapi menanamkan pemahaman tentang tanggung jawab moral seorang sarjana hukum. Baginya, hukum bukan hanya soal pasal, melainkan soal amanah.
Sebagai dosen, ia dikenal sistematis, detail, dan tegas dalam membimbing mahasiswa memahami konstruksi hukum perdata, kontrak, serta asas-asas legalitas. Pengalaman akademik tersebut menjadi fondasi intelektual yang kelak membentuk karakter profesionalnya di dunia kenotariatan.
Melangkah ke Praktik Kenotariatan
Setelah menyelesaikan pendidikan Magister Kenotariatan, Yena memutuskan mengambil tanggung jawab yang lebih besar: menjadi pejabat umum yang memiliki kewenangan negara dalam membuat akta autentik.
Langkahnya menuju Tasikmalaya bukan sekadar perpindahan wilayah kerja, melainkan transformasi pengabdian. Di kota itu, ia mendirikan kantor Notaris dan PPAT dengan satu prinsip utama: kepercayaan adalah modal terbesar profesi hukum.
Sebagaimana diketahui, akta notaris memiliki kekuatan pembuktian sempurna di mata hukum. Setiap tanda tangan yang dibubuhkan bukan sekadar formalitas administratif, melainkan pengikat kepastian hukum bagi para pihak.
“Setiap akta adalah tanggung jawab moral. Kita tidak hanya menulis, tetapi memastikan hak dan kewajiban para pihak terlindungi,” demikian prinsip yang kerap ia sampaikan dalam forum profesional.
Dikenal Teliti dan Berintegritas
Seiring waktu, reputasi Yena Handayani tumbuh secara organik. Klien datang bukan hanya karena kebutuhan legal formal, tetapi karena rekomendasi dan kepercayaan yang terus berulang.
Ia dikenal berhati-hati dalam membaca setiap klausul perjanjian, memastikan tidak ada celah yang dapat merugikan salah satu pihak. Dalam praktiknya, ia menekankan:
Ketelitian administratif dan substantif
Transparansi informasi kepada klien
Kepatuhan pada Undang-Undang Jabatan Notaris
Konsistensi terhadap kode etik profesi
Kepercayaan dari kalangan swasta, pelaku usaha, hingga instansi pemerintahan di Tasikmalaya menjadi bukti bahwa profesionalitas bukan sekadar slogan.
Membangun Reputasi Lewat Konsistensi
Dalam era digital dan kompetisi profesi yang semakin ketat, branding seringkali identik dengan promosi. Namun bagi Yena, branding terbaik adalah rekam jejak kerja yang bersih dan konsisten.
Ia percaya bahwa dalam profesi notaris, kredibilitas lebih berharga daripada popularitas.
Perjalanan dari Bekasi sebagai akademisi hingga menjadi Notaris dan PPAT yang diperhitungkan di Tasikmalaya mencerminkan satu hal: dedikasi terhadap hukum harus dibarengi komitmen etika.
Kariernya menunjukkan bahwa integritas bukan hanya fondasi moral, tetapi juga strategi jangka panjang dalam membangun kepercayaan publik.
Lebih dari Sekadar Profesi
Kini, nama Yena Handayani tidak hanya dikenal sebagai pejabat pembuat akta, tetapi sebagai representasi profesional hukum yang menjaga kehormatan jabatan.
Dari ruang kuliah hingga ruang tanda tangan akta, ia menapaki perjalanan yang konsisten dalam satu garis nilai: hukum harus memberi kepastian, bukan keraguan.
Dan di situlah reputasi dibangun — bukan oleh gemuruh, tetapi oleh ketenangan yang konsisten menjaga amanah.
