![]() |
| Foto Unsflash : Tekanan Ekonomi dan Beban Kerja Picu Stres Berkepanjangan |
BEKASI — Di tengah geliat kawasan industri dan padatnya mobilitas harian, persoalan kesehatan mental mulai menjadi perhatian di Kota dan Kabupaten Bekasi. Sejumlah layanan konseling di fasilitas kesehatan tingkat pertama mencatat peningkatan konsultasi terkait stres, gangguan kecemasan, hingga keluhan sulit tidur.
Tekanan ekonomi, beban kerja, serta perubahan gaya hidup di wilayah urban disebut menjadi faktor dominan. Bekasi sebagai kota penyangga ibu kota memiliki ritme kehidupan cepat yang tidak jarang memengaruhi kondisi psikologis warganya.
“Banyak pasien datang dengan keluhan fisik seperti sakit kepala atau nyeri dada, tapi setelah ditelusuri ternyata dipicu oleh stres,” ujar salah satu tenaga kesehatan di wilayah Cikarang.
Fenomena ini juga dirasakan oleh kalangan pekerja industri dan karyawan perkantoran. Target kerja yang tinggi dan waktu istirahat yang terbatas membuat sebagian warga kesulitan menjaga keseimbangan hidup.
Anak Muda dan Pekerja Rentan
Tenaga medis menyebut kelompok usia produktif dan pelajar menjadi yang paling rentan. Tekanan akademik, persaingan kerja, serta paparan media sosial turut memengaruhi kondisi psikologis.
Seorang pekerja di Bekasi Selatan mengaku mengalami gangguan tidur akibat tekanan pekerjaan.
“Kadang sulit tidur memikirkan target dan biaya hidup. Akhirnya badan ikut drop,” katanya.
Pentingnya Edukasi dan Dukungan
Dinas kesehatan setempat mendorong masyarakat untuk tidak ragu mencari bantuan profesional jika mengalami gejala stres berkepanjangan. Edukasi tentang manajemen stres, pentingnya waktu istirahat, serta komunikasi keluarga menjadi langkah awal yang dianjurkan.
Beberapa puskesmas di Bekasi telah menyediakan layanan konseling dasar sebagai upaya promotif dan preventif.
Kesehatan Fisik dan Mental Sama Penting
Pakar kesehatan menegaskan bahwa kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Gangguan psikologis yang tidak ditangani dapat berdampak pada produktivitas dan kualitas hidup.
Di tengah pertumbuhan ekonomi dan dinamika perkotaan, Bekasi dituntut tidak hanya membangun infrastruktur, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan psikologis warganya.
Kesehatan bukan hanya soal tubuh yang kuat, tetapi juga pikiran yang tenang.
