![]() |
Jakarta — Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menyampaikan ucapan selamat dan sukses atas ditetapkannya KH. Idy Muzayyad, S.H.I., M.Si. sebagai Komisioner Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) periode 2026–2031.
Penetapan tersebut menjadi momentum penting bagi penguatan tata kelola zakat nasional, sekaligus menghadirkan harapan baru bagi optimalisasi peran Baznas dalam pemberdayaan umat dan pengentasan kemiskinan.
KH. Idy Muzayyad dikenal sebagai sosok yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pendidikan, keagamaan, dan pembinaan organisasi. Kehadirannya di jajaran Komisioner Baznas dinilai mampu membawa semangat integritas, profesionalisme, dan keberpihakan pada kepentingan masyarakat luas.
Ketua Umum PB PMII turut menyampaikan apresiasi atas amanah yang diemban, seraya berharap kontribusi nyata dalam memperkuat sistem distribusi dan pengelolaan zakat yang transparan dan akuntabel.
Komitmen Penguatan Zakat Nasional
Menanggapi penetapan tersebut, praktisi hukum Moh. Sulaiman, SH., MH menyampaikan pandangannya bahwa posisi Komisioner Baznas merupakan amanah besar yang membutuhkan kapasitas manajerial sekaligus sensitivitas sosial.
“Baznas memiliki peran strategis dalam membangun kemandirian ekonomi umat. Dengan pengalaman dan latar belakang keilmuan yang dimiliki KH. Idy Muzayyad, saya optimistis pengelolaan zakat ke depan akan semakin profesional, transparan, dan tepat sasaran,” ujar Moh. Sulaiman.(12/2/2026)
Menurutnya, penguatan tata kelola zakat harus dibarengi dengan inovasi program pemberdayaan yang berdampak langsung pada masyarakat, terutama sektor UMKM, pendidikan, dan bantuan sosial produktif.
Ia juga menekankan pentingnya sinergi antara Baznas dengan pemerintah daerah, lembaga pendidikan, dan organisasi kemasyarakatan agar potensi zakat nasional dapat dimaksimalkan secara berkelanjutan.
Dengan penetapan ini, diharapkan Baznas semakin memperkuat posisinya sebagai lembaga pengelola zakat yang modern, terpercaya, dan berorientasi pada kesejahteraan umat.
