Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Makan Bergizi, Senyum Anak-anak: Kehangatan Program MBG di SDIT Insan Mulya Tarumajaya

Senin, 09 Februari 2026 | Februari 09, 2026 WIB | 0 Views Last Updated 2026-02-12T04:39:09Z


Kabupaten Bekasi - Pagi itu, suasana SDIT Insan Mulya di Desa Setiamulya terasa berbeda. Bukan hanya derap langkah siswa yang datang ke sekolah dengan seragam rapi, melainkan juga rasa penasaran yang menguar di udara. Ketika waktu makan tiba, satu per satu kotak makanan tersaji di dalam kelas—tersusun rapi, hangat, dan menggugah selera. Di sinilah Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menemukan maknanya yang paling sederhana sekaligus paling dalam: menghadirkan keceriaan melalui kecukupan gizi.

Di dalam ruang kelas, anak-anak duduk tenang di bangku masing-masing. Tanpa perlu aba-aba panjang, mereka membuka kotak makan dan mulai menyantap hidangan. Ada nasi, lauk pauk, sayur, dan buah—porsi seimbang yang disiapkan dengan cermat. Suapan demi suapan berpindah ke mulut kecil yang lahap. Sesekali terdengar tawa ringan, komentar polos tentang lauk favorit, atau ajakan saling berbagi cerita. Makan siang berubah menjadi momen kebersamaan yang hangat.


Pemandangan ini bukan sekadar rutinitas baru, melainkan jawaban atas kebutuhan dasar anak-anak di usia tumbuh kembang. Bagi sebagian siswa, makan siang di sekolah adalah kesempatan berharga untuk mendapatkan asupan gizi yang lengkap. Program MBG memastikan tak ada perut kosong yang mengganggu konsentrasi belajar, tak ada energi yang surut di tengah pelajaran.

Seorang guru SDIT Insan Mulya, Rifka Azkiya Ali Rusdi, S.Pd, mengungkapkan rasa syukurnya melihat dampak langsung program tersebut. Menurutnya, perubahan perilaku siswa terasa nyata. Anak-anak lebih tenang, lebih fokus, dan suasana kelas menjadi lebih kondusif. “Kami sangat senang. Anak-anak menerima makanan dengan gembira dan memakannya sampai habis. Ini membantu mereka mengikuti pelajaran dengan lebih baik,” tuturnya.(09/02/2026)

Distribusi makanan pun berjalan tertib. Dari kendaraan pengantar hingga ke meja siswa, semuanya terkoordinasi dengan baik. Kebersihan terjaga, makanan disajikan tepat waktu, dan pihak sekolah memastikan setiap anak mendapatkan hak yang sama. Orang tua merasa lebih tenang menitipkan anak-anaknya di sekolah, karena kebutuhan gizi mereka terpenuhi selama jam belajar.

Di Tarumajaya, program MBG di SDIT Insan Mulya menjadi contoh bagaimana kebijakan yang berpihak pada anak dapat dirasakan langsung manfaatnya. Bukan dalam bentuk angka atau laporan, melainkan lewat senyum, energi, dan semangat belajar yang tumbuh dari hari ke hari.

Lebih jauh, MBG bukan hanya soal makan siang. Ia adalah pesan tentang kepedulian—bahwa pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesehatan, dan kesehatan berakar pada gizi yang cukup. Dari ruang-ruang kelas sederhana di Desa Setiamulya, harapan itu bertumbuh perlahan: anak-anak yang kuat jasmani, jernih pikirannya, dan cerah masa depannya.

Di akhir jam makan, kotak-kotak yang semula penuh kini bersih. Anak-anak kembali ke aktivitas belajar dengan wajah ceria. Di sanalah terlihat jelas, bahwa program ini bukan sekadar mengenyangkan perut, tetapi juga menguatkan langkah kecil mereka menuju hari esok yang lebih baik.



×
Berita Terbaru Update