![]() |
| Foto Unsflash : Deteksi Dini Jadi Kunci di Tengah Gaya Hidup Kota Industri |
BEKASI — Di balik geliat kawasan industri dan padatnya aktivitas harian, ancaman penyakit kronis perlahan mengintai masyarakat Bekasi. Data kesehatan menunjukkan, prevalensi hipertensi di Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar 39 persen, salah satu yang tertinggi secara nasional. Angka ini menjadi alarm serius bagi daerah penyangga ibu kota seperti Bekasi, yang memiliki mobilitas dan tekanan hidup tinggi.
Pemeriksaan kesehatan di sejumlah puskesmas wilayah Bekasi Utara, Tambun, hingga Cikarang dalam beberapa pekan terakhir menunjukkan meningkatnya kesadaran warga untuk mengecek tekanan darah dan kadar gula. Banyak yang datang tanpa keluhan, namun hasil pemeriksaan justru menunjukkan gejala awal hipertensi.
“Saya merasa sehat-sehat saja, tapi setelah dicek ternyata tekanan darah tinggi,” ujar seorang warga Tambun Selatan usai mengikuti pemeriksaan gratis di puskesmas setempat.
Tenaga medis menjelaskan, hipertensi kerap dijuluki silent killer karena tidak selalu menunjukkan gejala. Jika tidak terdeteksi sejak dini, kondisi ini berisiko memicu stroke, gangguan jantung, hingga kerusakan ginjal.
Tantangan Bekasi sebagai Kota Industri
Sebagai salah satu pusat industri terbesar di Indonesia, Bekasi menghadapi tantangan kesehatan khas wilayah urban. Pola makan cepat saji, kurang aktivitas fisik, serta stres kerja menjadi faktor pemicu utama penyakit tidak menular.
Selain hipertensi, kasus diabetes mellitus di Jawa Barat juga masih menjadi perhatian. Meski persentasenya lebih kecil dibanding hipertensi, peningkatan kasus tiap tahun menunjukkan tren yang patut diwaspadai.
Program pemeriksaan kesehatan gratis yang kini digencarkan pemerintah menjadi langkah strategis untuk menekan risiko tersebut. Petugas kesehatan berharap warga tidak menunggu sakit untuk memeriksakan diri.
Kesadaran Kolektif Dibutuhkan
Pemerintah daerah dan fasilitas kesehatan di Bekasi kini gencar mengedukasi masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat: mengurangi konsumsi garam dan gula berlebih, rutin berolahraga, serta menjaga berat badan ideal.
Di tengah pembangunan dan pertumbuhan ekonomi yang pesat, kesehatan menjadi fondasi utama agar produktivitas masyarakat tetap terjaga.
Bekasi bukan hanya kota industri, tetapi juga rumah bagi jutaan warga yang membutuhkan kualitas hidup sehat dan berkelanjutan. Deteksi dini dan kesadaran kolektif menjadi kunci agar ancaman penyakit kronis tidak menjadi beban generasi mendatang.
