![]() |
| Foto Unsflash : Anak Sekolah dan Lansia Jadi Kelompok Paling Rentan |
BEKASI — Perubahan cuaca yang ekstrem dalam beberapa pekan terakhir mulai berdampak pada kesehatan warga Bekasi. Pagi yang panas menyengat, sore yang tiba-tiba diguyur hujan deras, membuat daya tahan tubuh sebagian masyarakat menurun.
Sejumlah puskesmas di wilayah Bekasi Timur dan Bekasi Utara mencatat peningkatan kunjungan pasien dengan keluhan batuk, pilek, demam, hingga sesak napas ringan. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) menjadi diagnosis yang paling banyak ditemui, terutama pada anak-anak usia sekolah dan lansia.
Ruang tunggu puskesmas terlihat lebih padat dari biasanya. Orang tua menggendong anak yang demam, sementara beberapa lansia duduk menunggu giliran pemeriksaan.
“Dalam dua minggu terakhir kunjungan pasien ISPA meningkat. Perubahan suhu drastis dan kualitas udara yang kurang baik menjadi faktor pemicu,” ujar salah satu tenaga medis di Bekasi.
Mobilitas Tinggi Percepat Penularan
Bekasi sebagai kota penyangga ibu kota memiliki tingkat mobilitas yang tinggi. Banyak warga yang bekerja di kawasan industri atau bepergian ke Jakarta setiap hari. Kondisi ini membuat penyebaran virus pernapasan relatif cepat, terutama di ruang tertutup seperti kantor dan transportasi umum.
Tenaga kesehatan mengingatkan agar masyarakat tetap menjaga kebersihan tangan, menggunakan masker saat sedang flu, dan memastikan ventilasi rumah tetap baik.
Sekolah Diminta Waspada
Beberapa sekolah di wilayah Bekasi juga mulai meningkatkan pengawasan kesehatan siswa. Guru diminta segera melaporkan jika ada murid yang menunjukkan gejala demam atau batuk berkepanjangan.
Seorang orang tua siswa di Bekasi Barat mengaku anaknya sempat izin sekolah karena demam selama tiga hari.
“Sekarang sudah sembuh, tapi kami lebih hati-hati. Kalau hujan langsung siapkan jaket dan minuman hangat,” katanya.
Pencegahan Jadi Prioritas
Dinas kesehatan mengimbau masyarakat untuk memperkuat daya tahan tubuh dengan konsumsi makanan bergizi, cukup istirahat, serta menghindari paparan asap rokok dan polusi.
Perubahan cuaca memang tidak dapat dikendalikan, tetapi dampaknya bisa diminimalisir dengan langkah sederhana yang konsisten.
Di tengah kesibukan dan pertumbuhan pesat Bekasi, kesehatan tetap menjadi hal mendasar agar aktivitas ekonomi dan pendidikan dapat berjalan tanpa gangguan.
