Debit Air Meninggi, Penyeberangan Perahu Eretan Kali CBL ke Kampung Pondok Dihentikan Sementara

Akses menuju eretan

Kabupaten Bekasi — Meningkatnya debit air Kali CBL akibat banjir membuat layanan penyeberangan perahu eretan menuju Kampung Pondok dihentikan sementara. Keputusan ini diambil menyusul kondisi arus sungai yang deras dan ketinggian air yang dinilai membahayakan keselamatan warga.

Pantauan di lokasi menunjukkan, air sungai meluap hingga merendam jalan dan permukiman di bantaran kali. Warna air yang keruh disertai arus kuat membuat aktivitas penyeberangan tidak memungkinkan untuk dilakukan secara aman.

Pemilik perahu eretan, Saman (48), mengatakan penghentian operasional dilakukan demi menghindari risiko kecelakaan.

“Biasanya masih bisa jalan meski air naik, tapi sekarang arusnya terlalu kencang. Kalau dipaksakan, bisa berbahaya buat penumpang dan perahu,” ujarnya, (22/01/2026).

Tidak beroperasinya perahu eretan berdampak langsung pada mobilitas warga Kampung Pondok yang sehari-hari mengandalkan jalur penyeberangan tersebut untuk bekerja, bersekolah, dan beraktivitas ekonomi.

Salah seorang warga, Rina (35), mengaku terpaksa menunda perjalanannya karena kondisi sungai yang tidak bersahabat.

“Biasanya lebih cepat lewat sini. Tapi kalau air besar begini, kami takut juga. Keselamatan lebih penting,” katanya.

Warga lain, Asep (42), berharap ada solusi jangka panjang dari pemerintah daerah terkait persoalan banjir yang kerap berulang.

“Setiap musim hujan selalu begini. Bukan cuma soal nyebrang, tapi ekonomi warga juga ikut terganggu,” ujarnya.

Hingga saat ini, warga diminta untuk tidak memaksakan diri menyeberang dan menunggu hingga kondisi air kembali normal. Pemilik perahu eretan memastikan operasional akan dibuka kembali setelah debit air surut dan arus dinyatakan aman.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama