![]() |
| Aktifitas Sapa Warga Anggota DPRD Propinsi Jawa Barat (sumber foto kontributor) |
Bekasi — Suasana hangat penuh keakraban terasa dalam kegiatan “Sapa Warga” yang digelar di Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Dalam forum sederhana namun sarat makna tersebut, Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Ade Puspitasari, hadir langsung menyapa dan berdialog dengan masyarakat, membuka ruang komunikasi yang selama ini kerap terasa berjarak.
Kehadiran wakil rakyat di tengah warga tidak sekadar menjadi agenda formal, melainkan menjadi ruang terbuka bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai persoalan nyata yang mereka hadapi sehari-hari. Mulai dari kondisi infrastruktur lingkungan, persoalan drainase, hingga kebutuhan peningkatan fasilitas publik menjadi topik utama yang mengemuka dalam pertemuan tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan itu, Anggota DPRD Kota Bekasi, Sarwin, yang mendampingi jalannya dialog sekaligus memastikan setiap aspirasi warga dapat ditindaklanjuti secara berjenjang antara pemerintah kota dan provinsi. Sinergi lintas level ini menjadi kunci penting dalam menjawab kebutuhan masyarakat secara lebih efektif dan terarah.
Dalam sambutannya, Ade Puspitasari menegaskan bahwa kegiatan “Sapa Warga” merupakan bagian dari upaya mendekatkan fungsi representasi kepada masyarakat. Ia menilai, pembangunan yang efektif harus berangkat dari kebutuhan riil di lapangan, bukan semata dari perencanaan administratif.
“Kami ingin mendengar langsung apa yang menjadi kebutuhan warga. Dari sini kita bisa melihat mana yang menjadi prioritas dan bagaimana mengawal agar dapat direalisasikan,” ujarnya.
![]() |
| Sambutan warga dalam kegiatan sapa warga di kota bekasi |
Dialog berlangsung cair. Warga secara bergantian menyampaikan keluhan sekaligus harapan mereka terhadap perbaikan lingkungan. Salah satu isu yang mencuat adalah persoalan drainase dan kondisi jalan lingkungan yang dinilai perlu penanganan lebih serius dan berkelanjutan.
Di tengah forum tersebut, suara masyarakat juga datang dari Pak Karju, yang menyampaikan apresiasinya atas kehadiran para wakil rakyat. Ia menilai pendekatan langsung seperti ini memberikan ruang bagi warga untuk benar-benar merasa didengar.
“Kami merasa diperhatikan. Harapannya, apa yang sudah disampaikan tidak berhenti di sini, tetapi benar-benar dikawal sampai terealisasi,” ungkapnya.
Apresiasi juga datang dari Ketua Lumbung Informasi Rakyat Kota Bekasi, Abudin Nezad, yang menilai kegiatan tersebut sebagai langkah positif dalam memperkuat komunikasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
![]() |
| Para warga antusias menghadiri sapa warga terhadap kunjungan anggota DPRD Prov Jawa Barat |
Menurutnya, kehadiran langsung wakil rakyat di tengah warga merupakan bentuk nyata dari demokrasi partisipatif yang selama ini diharapkan masyarakat.
“Kami mengapresiasi langkah-langkah seperti ini. Kegiatan ‘Sapa Warga’ bukan hanya menjadi ajang seremonial, tetapi harus menjadi ruang nyata untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung. Ini penting agar kebijakan yang diambil benar-benar berpijak pada kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan masyarakat sipil dalam mengawal aspirasi menjadi bagian penting agar setiap masukan tidak berhenti pada tataran diskusi, melainkan benar-benar diwujudkan dalam program nyata.
Sementara itu, Sarwin kembali menekankan pentingnya koordinasi antara DPRD Kota Bekasi dan DPRD Provinsi Jawa Barat dalam menjawab kebutuhan masyarakat. Menurutnya, sinergi lintas pemerintahan akan mempercepat realisasi program pembangunan yang tepat sasaran.
Selain penyampaian aspirasi, kegiatan ini juga diisi dengan diskusi ringan terkait pemberdayaan masyarakat, termasuk peluang penguatan sektor usaha kecil dan menengah (UMKM) di lingkungan Rawalumbu. Hal ini menjadi penegasan bahwa pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada penguatan ekonomi masyarakat.
Menjelang akhir kegiatan, suasana tetap hangat dan penuh keakraban. Warga dan para wakil rakyat terlihat berbincang santai, mencerminkan hubungan yang semakin dekat dan tidak berjarak. Momentum ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi awal dari proses panjang dalam memperkuat komunikasi, kepercayaan, dan kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kebijakan.
Bagi masyarakat Rawalumbu, kehadiran langsung wakil rakyat menjadi harapan bahwa suara mereka tidak hanya didengar, tetapi juga diperjuangkan hingga benar-benar terealisasi dalam bentuk kebijakan yang dirasakan manfaatnya.



