![]() |
| Ilustrasi gambar sumber banana |
NASIONAL, TERASBATAS.COM — Gunung sering kali dilihat hanya sebagai pemandangan indah atau tujuan wisata. Namun, kitab suci Al-Qur'an dan sains modern justru menempatkan gunung pada posisi yang sangat vital, yaitu sebagai "paku" atau pasak bumi yang menjaga kestabilan planet kita.
Di dalam Al-Qur'an Surah An-Naba ayat 6-7, Allah SWT berfirman: "Bukankah Kami telah menjadikan bumi itu sebagai hamparan, dan gunung-gunung sebagai pasak?" Istilah pasak (autad) dalam ayat ini menggambarkan fungsi gunung yang menancap kokoh ke dalam dada bumi, mirip seperti paku yang mengikat lembaran papan agar tidak bergeser.
Secara ilmiah, teori geologi modern tentang lempeng tektonik (Plate Tectonics) baru berhasil membuktikan fungsi ini pada abad ke-20. Kerak bumi yang kita pijak ini ternyata tidak utuh, melainkan berupa lempengan-lempengan raksasa yang terus bergerak mengapung di atas cairan magma panas. Di sinilah peran gunung berapi dan pegunungan purba muncul. Gunung memiliki "akar" di bawah permukaan tanah yang jauh lebih dalam daripada tinggi puncaknya yang terlihat di udara.
Akar gunung yang menghujam ke dalam lapisan litosfer ini berfungsi menyatukan dan mencengkeram lempengan-lempengan kerak bumi tersebut. Tanpa adanya sistem pegunungan ini, guncangan dan getaran di permukaan bumi akan terjadi setiap saat karena lempengan bumi akan terus bergeser tanpa ada penahan. Melalui keseimbangan alam ini, manusia diingatkan bahwa setiap ciptaan Tuhan memiliki fungsi mekanis yang presisi demi keselamatan penghuni bumi.(Redaksi TB)
