Ketawa Ibadah di Musker NU Jati Asih, Konsolidasi NU Kota Bekasi Menguat

Kota Bekasi - Musyawarah Kerja (Musker) MWC NU Jati Asih berlangsung dan berakhir dengan suasana khidmat, hangat, serta penuh kebersamaan. Forum konsolidasi organisasi ini tidak hanya diisi dengan pembahasan program kerja, tetapi juga menjadi ruang silaturahmi yang memperkuat ikatan batin antar-pengurus Nahdlatul Ulama.

Suasana diskusi berjalan dinamis. Keseriusan dalam menyusun arah khidmah organisasi berpadu dengan canda dan tawa persaudaraan. Kebersamaan yang cair tersebut mencerminkan wajah NU yang ramah, santun, dan berakar kuat pada nilai adab serta ukhuwah.

Moh. Jufry, Wakil Ketua PCNU Kota Bekasi, menegaskan bahwa Musker memiliki makna strategis bagi keberlangsungan jam’iyyah. Menurutnya, Musker bukan sekadar agenda struktural, melainkan sarana merawat kebersamaan dan menyatukan langkah pengabdian.

“NU itu hidup karena kebersamaan. Diskusi boleh serius, tapi hati harus tetap gembira. Ketawa ibadah, selama lahir dari niat menjaga persaudaraan,” ujar Moh. Jufry di sela kegiatan.

Ia menambahkan, kekuatan NU terletak pada soliditas kader di tingkat akar rumput. Karena itu, hasil Musker diharapkan mampu memperkuat kaderisasi, pelayanan sosial-keagamaan, serta konsistensi NU dalam menjaga nilai Ahlussunnah wal Jama’ah di tengah masyarakat.


Musker MWC NU Jati Asih ditutup dengan doa bersama, sebagai ikhtiar agar seluruh rumusan program kerja dapat dijalankan dengan istiqamah dan membawa kemaslahatan. PCNU Kota Bekasi berharap, semangat kebersamaan yang terbangun dalam Musker ini menjadi energi berkelanjutan bagi khidmah NU kepada umat dan bangsa.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama