Bekasi — Kabar duka menyelimuti Kabupaten Bekasi. H. Mochamad Djamhari, Bupati Bekasi periode 9 November 1993 hingga 9 November 1998, dikabarkan wafat. Pemerintah Kabupaten Bekasi bersama masyarakat menyampaikan belasungkawa atas berpulangnya salah satu tokoh yang pernah memimpin daerah ini.
Ucapan duka cita turut disampaikan melalui berbagai kanal resmi dan media sosial. Dalam pernyataan yang beredar, Pemerintah Kabupaten Bekasi menyampaikan doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, serta keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan dan kekuatan.
Semasa menjabat, almarhum dikenal sebagai sosok yang mengabdikan diri pada pembangunan daerah di masa transisi Bekasi menuju kawasan industri dan permukiman yang berkembang pesat. Kepemimpinannya menjadi bagian dari sejarah pemerintahan daerah yang meletakkan dasar pengelolaan wilayah di tengah perubahan sosial dan ekonomi yang cepat.
Sejumlah warga dan tokoh masyarakat turut mengenang almarhum sebagai figur pemimpin dengan dedikasi pada pelayanan publik. Meski telah lama purna tugas, jejak pengabdiannya masih dikenang sebagai bagian dari perjalanan panjang Kabupaten Bekasi.
“Atas nama warga, kami turut berduka. Semoga amal ibadah beliau diterima dan segala khilafnya diampuni,” ujar salah satu warga Bekasi saat ditemui, Selasa.
Kepergian almarhum menjadi pengingat bahwa estafet kepemimpinan daerah dibangun di atas kontribusi para pendahulu. Kabupaten Bekasi kehilangan salah satu putra terbaiknya, namun nilai pengabdian dan keteladanan yang ditinggalkan diharapkan tetap hidup dalam ingatan masyarakat.
