Kabupaten Bekasi — Kabar duka menyelimuti keluarga besar Nahdlatul Ulama di Kabupaten Bekasi. PCNU Kabupaten Bekasi menyampaikan belasungkawa mendalam atas wafatnya Kyai Haji Nurhayadi Bin Djuan, pengasuh Pondok Pesantren Siraajul Ummah.
Ucapan duka tersebut disampaikan melalui pernyataan resmi PCNU Kabupaten Bekasi yang dirilis kepada publik. Dalam pernyataan tersebut, PCNU menyampaikan rasa kehilangan atas berpulangnya seorang ulama yang dikenal istiqamah dalam dakwah, pendidikan pesantren, serta pembinaan umat.
“Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah almarhum, menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya, serta memberikan ketabahan dan kekuatan kepada keluarga yang ditinggalkan,” demikian kutipan pernyataan PCNU Kabupaten Bekasi.
Kyai Haji Nurhayadi Bin Djuan wafat pada Jumat, 16 Januari 2026. Semasa hidupnya, almarhum dikenal sebagai sosok pendidik dan pembimbing umat yang berperan penting dalam pengembangan pendidikan keislaman melalui Pondok Pesantren Siraajul Ummah. Dedikasinya dalam mencetak generasi santri serta menjaga nilai-nilai keislaman Ahlussunnah wal Jama’ah meninggalkan jejak yang mendalam bagi masyarakat.
PCNU Kabupaten Bekasi juga mengajak seluruh warga Nahdliyin dan masyarakat luas untuk bersama-sama mengirimkan doa terbaik bagi almarhum, seraya meneladani ketulusan, keilmuan, dan pengabdian yang telah diwariskan.
Kepergian Kyai Haji Nurhayadi Bin Djuan menjadi kehilangan besar bagi dunia pesantren dan umat Islam di Kabupaten Bekasi. Namun nilai-nilai perjuangan dan keteladanan yang ditinggalkan diharapkan terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus.
