Kabupaten Bekasi — Pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Tarumajaya resmi dilantik sekaligus menggelar rapat kerja untuk masa khidmat 2025–2030, Sabtu (25/1/2026). Kegiatan yang berlangsung di Aula Pondok Pesantren Kanz El Khair, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, ini dihadiri para tokoh agama, pengurus masjid, serta jajaran pengurus DMI tingkat kecamatan.
Pelantikan tersebut menandai dimulainya kepengurusan baru DMI Tarumajaya yang diharapkan mampu memperkuat peran masjid sebagai pusat ibadah, pembinaan umat, dan aktivitas sosial kemasyarakatan. Dalam kesempatan itu, KH. A. Satiri Matrais, Lc., MA secara resmi ditetapkan sebagai Ketua DMI Kecamatan Tarumajaya untuk periode lima tahun ke depan.
Usai prosesi pelantikan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat kerja yang membahas arah kebijakan serta program strategis organisasi. Sejumlah agenda utama menjadi fokus pembahasan, di antaranya peningkatan tata kelola masjid, penguatan fungsi dakwah dan pendidikan keagamaan, serta optimalisasi peran masjid dalam menjawab persoalan sosial di tengah masyarakat.
Suasana rapat kerja berlangsung khidmat namun dinamis. Para peserta terlibat aktif menyampaikan pandangan dan masukan terkait kebutuhan masjid-masjid di wilayah Tarumajaya. Diskusi juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus DMI, takmir masjid, dan masyarakat agar program yang dirancang dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
Salah seorang peserta rapat, yang tidak ingin disebutkan namanya, menyampaikan harapannya terhadap kepengurusan baru. Menurutnya, masjid ke depan tidak cukup hanya berfungsi sebagai tempat ibadah ritual, tetapi juga harus hadir sebagai ruang solusi bagi persoalan umat. “Masjid perlu dikelola secara profesional dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Kepengurusan ini diharapkan mampu membawa semangat pembaruan,” ujarnya.
Ia menambahkan, program-program DMI idealnya menyentuh berbagai aspek, mulai dari penguatan pendidikan keagamaan, pemberdayaan ekonomi umat, hingga kegiatan sosial yang berdampak langsung bagi warga sekitar. Dengan demikian, masjid dapat menjadi simpul kebersamaan sekaligus pusat penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat dan inklusif.
Melalui kepengurusan baru di bawah kepemimpinan KH. A. Satiri Matrais, Lc., MA, DMI Kecamatan Tarumajaya diharapkan mampu menjalankan peran strategisnya dalam membina dan memberdayakan masjid-masjid di wilayah tersebut, sejalan dengan upaya menjadikan masjid sebagai pusat peradaban yang religius, sosial, dan berdaya guna bagi masyarakat.

