Kampung Buni, Jejak Peradaban dan Ruang Ruhani di Pesisir Babelan

Kampung Buni, ruang peradaban kecil yang menyimpan tradisi keilmuan dan ruhani. (Unsplash)

Bekasi – TerasBatas.com — Kampung Buni yang berada di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, menyimpan jejak sejarah dan peradaban yang tak banyak diketahui publik luas. Dari namanya saja, kawasan ini diyakini memiliki nilai historis yang kuat—mulai dari kisah pasar emas di masa lampau hingga tradisi keilmuan yang tumbuh di tengah masyarakatnya.

Di kampung ini berdiri lembaga pendidikan mulai dari Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga Madrasah Aliyah yang dikenal dengan nama Daarul Amal. Tidak hanya itu, terdapat pula pondok pesantren tahfidz Al-Qur’an yang telah bertahun-tahun melahirkan kader penghafal Al-Qur’an. Tradisi keilmuan dan pembinaan ruhani berjalan berdampingan dengan kehidupan masyarakat pesisir yang sederhana.

Menurut Khoirul Anwar dan Moh. Data, Kampung Buni bukan sekadar wilayah administratif, melainkan ruang peradaban kecil yang merepresentasikan potensi besar Kabupaten Bekasi.

“Kampung Buni adalah potret kecil dari banyaknya tempat di Kabupaten Bekasi yang menyimpan nilai sejarah, pendidikan, dan spiritualitas. Ini seharusnya menjadi perhatian serius pemerintah daerah,” ujar mereka.(17/2/2026)

Di tengah derasnya arus industrialisasi dan pertumbuhan kawasan perkotaan, Kampung Buni menunjukkan wajah lain Kabupaten Bekasi—wajah yang tenang, religius, dan berakar pada tradisi keilmuan. Ruang-ruang ruhani seperti pesantren dan madrasah menjadi fondasi pembentukan karakter generasi muda.

Kabupaten Bekasi selama ini dikenal sebagai kawasan industri dengan pendapatan asli daerah (PAD) yang besar. Namun di balik itu, terdapat desa-desa dengan potensi sumber daya manusia yang luar biasa. Kampung Buni menjadi simbol bahwa pembangunan tidak hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga tentang menjaga warisan ilmu, nilai, dan identitas budaya.

Jika dikelola dan diperhatikan dengan serius, kawasan seperti Kampung Buni dapat menjadi ikon pendidikan berbasis pesantren sekaligus destinasi religi di Kabupaten Bekasi. Potensi alam yang masih asri, ditambah kekuatan pendidikan agama, menjadikan wilayah ini layak mendapat perhatian lebih dalam kebijakan pembangunan daerah.

Kampung Buni bukan sekadar nama di peta. Ia adalah refleksi bahwa Kabupaten Bekasi memiliki kekayaan peradaban yang perlu dirawat, dikembangkan, dan dikenalkan kepada generasi mendatang.

Bekasi – TerasBatas.com