![]() |
| Ilustrasi |
Bekasi – TerasBatas.com — Bulan suci Ramadhan tidak hanya membawa nuansa spiritual bagi masyarakat, tetapi juga menghidupkan denyut ekonomi lokal. Di berbagai sudut Kota dan Kabupaten Bekasi, aktivitas pasar takjil dan tradisi ngabuburit menjadi pemandangan yang semakin semarak setiap sore hari.
Sejumlah titik keramaian seperti pinggir jalan, taman kota, hingga kawasan permukiman dipenuhi pedagang musiman yang menjajakan aneka makanan berbuka puasa. Mulai dari kolak, gorengan, es buah, hingga makanan kekinian, semuanya diserbu pembeli menjelang waktu berbuka.
Fenomena ini tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat. Banyak warga memanfaatkan momentum Ramadhan untuk menambah penghasilan, baik dengan berjualan sendiri maupun membantu usaha keluarga.
“Alhamdulillah setiap Ramadhan dagangan selalu habis. Ini sangat membantu ekonomi keluarga,” ujar salah satu pedagang takjil di kawasan Bekasi Utara.
Di sisi lain, tradisi ngabuburit juga menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Anak muda hingga keluarga memilih menghabiskan waktu sore dengan berjalan santai, berburu takjil, atau sekadar berkumpul sambil menunggu waktu berbuka.
Namun demikian, pemerintah daerah juga mengimbau agar aktivitas tersebut tetap memperhatikan ketertiban dan kebersihan lingkungan. Pengelolaan sampah dan pengaturan lalu lintas menjadi hal penting agar suasana Ramadhan tetap nyaman bagi semua pihak.
Secara sosial, keberadaan pasar takjil dan tradisi ngabuburit menunjukkan bahwa Ramadhan tidak hanya memperkuat nilai ibadah, tetapi juga mempererat hubungan antarwarga serta menggerakkan ekonomi berbasis masyarakat.
Di tengah dinamika kehidupan perkotaan yang padat, Ramadhan menghadirkan ruang kebersamaan yang sederhana namun penuh makna. Dan dari sudut-sudut kecil itulah, kehidupan sosial dan ekonomi warga terus berdenyut dengan hangat.

