Banjir yang Datang Lagi: Catatan Warga dari Pinggir Bekasi

Kabupaten Bekasi - Air itu datang tanpa aba-aba. Tidak disertai hujan ekstrem, tidak pula suara gemuruh sungai. Namun perlahan, ia naik menyentuh teras rumah, lalu masuk ke ruang keluarga.

Di beberapa kawasan Bekasi, banjir kembali menjadi bagian dari rutinitas musiman. Bagi warga, ini bukan kejadian luar biasa. Ini adalah pengulangan.

“Setiap hujan kami selalu waswas,” ujar husni (36). Tangannya menunjuk garis samar di dinding rumah penanda ketinggian air malam itu. Garis yang hampir sama dengan tahun lalu.

Hidup Berdampingan dengan Air

Di gang sempit, anak-anak digendong menembus genangan. Motor-motor diparkir seadanya di tempat yang lebih tinggi. Warga berjaga, bergantian mengawasi air yang belum sepenuhnya surut.

Banjir mengubah ritme hidup. Aktivitas berhenti. Malam menjadi panjang.

Lebih dari Sekadar Hujan

Bagi warga, hujan hanyalah pemicu. Yang menjadi persoalan utama adalah air yang tak lagi punya ruang untuk mengalir.

Saluran yang dangkal, sungai yang menyempit, serta pembangunan yang kian rapat menjadi percakapan di pos ronda. Bukan dalam bahasa teknis, melainkan keluhan sehari-hari.

“Dulu air cepat surut. Sekarang lama,” kata seorang warga lain.

Sudut Pandang Pemerintah

Pemerintah daerah sebelumnya menyampaikan bahwa banjir di Bekasi dipengaruhi oleh faktor curah hujan, kondisi hulu sungai, serta sistem drainase perkotaan. Sejumlah program normalisasi dan perbaikan drainase disebut terus berjalan secara bertahap.

Namun di lapangan, warga masih merasakan dampaknya secara langsung—air datang lebih cepat daripada solusi.

Bertahan di Pinggir Kota

Ketika air surut, lumpur tertinggal. Warga kembali bekerja: menyapu, mencuci, dan menata ulang rumah. Tidak ada seremoni, tidak ada kamera. Yang ada hanya kelelahan dan harapan sederhana: semoga hujan berikutnya tidak membawa cerita yang sama.

Di pinggir kota, banjir bukan hanya soal air.

Ia adalah pengingat bahwa pembangunan, kebijakan, dan kehidupan warga selalu bertemu di ruang yang sama.

Dan di sanalah warga terus bertahan.

📍 Bekasi & sekitarnya

📰 Teras Batas – Catatan dari Pinggir Kota

Media warga independen yang merekam peristiwa lokal, denyut kehidupan, dan suara masyarakat.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama