Tanpa judul


Kabupaten Bekasi - Pagi Eksotik di Kp Pulo Malang, Pebayuran: Sawah, Air, dan Pegunungan dalam Satu Bingkai

Pagi hari di Kampung Pulo Malang, Kecamatan Pebayuran, Kabupaten Bekasi, menyuguhkan panorama alam yang jarang disadari banyak orang. Hamparan sawah yang tergenang air membentang luas, berpadu dengan siluet pegunungan di kejauhan yang tampak jelas di bawah langit mendung tipis.

Pemandangan ini menarik perhatian Lukman, salah satu advokat putra daerah Pebayuran. Ia mengaku bersyukur daerah kelahirannya dianugerahi bentang alam yang eksotik dan menenangkan, meski kerap dihadapkan pada persoalan klasik seperti genangan dan banjir musiman.

“Saya sangat bersyukur. Tidak semua daerah punya lanskap seperti ini—sawah, air, dan pegunungan hadir dalam satu pandangan. Ini kekayaan alam yang luar biasa dan sering luput dari perhatian,” ujar Lukman, Rabu pagi.

Menurut Lukman, keindahan alam Pebayuran seharusnya menjadi modal penting dalam pembangunan wilayah, tidak hanya dari sisi ekonomi, tetapi juga kesadaran lingkungan dan tata kelola ruang. Ia menilai, persoalan genangan air perlu ditangani dengan pendekatan jangka panjang agar tidak selalu menjadi ancaman bagi petani dan warga.

“Keindahan ini harus dijaga. Tapi bersamaan dengan itu, pengelolaan air dan infrastruktur pertanian juga harus diperbaiki agar warga tidak terus dirugikan saat musim hujan,” tambahnya.

Hingga pagi hari, aktivitas warga di Kampung Pulo Malang terpantau berjalan normal. Jalan desa yang basah dan sawah yang tergenang justru menghadirkan suasana khas pedesaan yang teduh dan tenang.

Bagi warga setempat, panorama pagi ini bukan sekadar pemandangan, melainkan pengingat bahwa di balik tantangan banjir, wilayah Pebayuran menyimpan potensi alam dan identitas lokal yang patut dijaga dan diperjuangkan.

— Teras Batas | Laporan Daerah

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama