![]() |
| H.Ibnu Hajar,S.Ag Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi |
CIKARANG PUSAT – Menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahun 2026, Anggota Komisi I DPRD Kabupaten Bekasi, Ibnu Hajar, mengimbau masyarakat agar mengedepankan nilai-nilai agama dalam setiap dinamika politik yang berkembang.
Imbauan tersebut disampaikan sebagai bentuk ajakan menjaga suasana kondusif, terlebih momentum Pilkades kali ini beriringan dengan bulan suci Ramadan yang sarat dengan pesan moral, pengendalian diri, dan kebijaksanaan.
Ibnu Hajar menegaskan bahwa pesta demokrasi di tingkat desa seharusnya menjadi ruang pendidikan politik yang sehat, bukan ajang saling menjatuhkan.
“Momentum Ramadan ini hendaknya menjadi pengingat bagi kita semua untuk berpolitik secara santun, bijak, dan dewasa. Baik bagi para bakal calon kepala desa maupun para pendukungnya,” ujarnya.(24/2/2026)
Ia menambahkan bahwa masyarakat Kabupaten Bekasi diharapkan mampu menjaga persaudaraan meskipun memiliki pilihan politik yang berbeda. Menurutnya, kontestasi Pilkades tidak boleh merusak harmoni sosial yang selama ini terbangun di tengah masyarakat desa.
Sebagaimana diketahui, Kabupaten Bekasi direncanakan akan menggelar Pilkades serentak di 154 desa pada Agustus 2026. Sejumlah bakal calon pun mulai melakukan sosialisasi kepada masyarakat melalui berbagai pendekatan.
Ibnu Hajar berharap seluruh tahapan demokrasi berjalan dengan damai dan menjunjung tinggi etika. Ia menekankan bahwa nilai agama harus menjadi landasan dalam setiap tindakan politik, sehingga Pilkades benar-benar menjadi ajang memperkuat kualitas kepemimpinan desa, bukan memecah belah warga.
“Perbedaan pilihan itu hal biasa dalam demokrasi. Yang terpenting adalah tetap menjaga ukhuwah dan saling menghormati,” tegasnya.
Dengan suasana yang kondusif dan berlandaskan nilai moral, Pilkades 2026 diharapkan dapat menghasilkan pemimpin desa yang amanah dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kabupaten Bekasi.

