LPBH NU Kota Bekasi Himbau Hormati Perbedaan Awal Ramadan, Susun Road Map Program Selama Sebulan

Suasana hangat menyambut bulan suci Ramadan. (Ilustrasi/Unsplash)

BEKASI — TerasBatas.com — Pemerintah melalui Kementerian Agama RI resmi menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. Penetapan tersebut disampaikan dalam keterangan pers usai pelaksanaan sidang isbat penentuan 1 Ramadan.

Menanggapi hal tersebut, Lembaga Penyuluhan dan Bantuan Hukum Nahdlatul Ulama (LPBH NU) Kota Bekasi mengimbau seluruh jajaran pengurus dan masyarakat untuk menghormati perbedaan dalam penentuan awal Ramadan yang mungkin terjadi di tengah umat Islam.

Ketua LPBH NU Kota Bekasi, Hj. Sifniati, SH., MH, menegaskan bahwa perbedaan metode penetapan awal bulan Hijriah merupakan bagian dari dinamika fikih yang telah lama menjadi khazanah keilmuan Islam.

“Perbedaan dalam menentukan awal Ramadan adalah sesuatu yang wajar dan memiliki dasar ilmiah masing-masing. Karena itu, kami mengajak seluruh jajaran pengurus LPBH NU Kota Bekasi dan masyarakat luas untuk tetap menjaga ukhuwah Islamiyah serta saling menghormati,” ujarnya.(18/2/2026)

Ia menambahkan, momentum Ramadan hendaknya menjadi ruang memperkuat persatuan, bukan memperlebar perbedaan.

Selain itu, atas nama keluarga besar LPBH NU Kota Bekasi, Hj. Sifniati menyampaikan permohonan maaf lahir dan batin menjelang bulan suci Ramadan.

“Kami segenap jajaran LPBH NU Kota Bekasi mengucapkan mohon maaf lahir dan batin. Semoga Ramadan tahun ini membawa keberkahan, ketenangan, serta memperkuat nilai-nilai keadilan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat,” tuturnya.

Dalam kesempatan tersebut, LPBH NU Kota Bekasi juga mengungkapkan tengah menyusun road map program Ramadan yang akan dilaksanakan selama satu bulan penuh. Program tersebut dirancang tidak hanya bernuansa spiritual, tetapi juga sosial dan advokasi hukum bagi masyarakat.

Beberapa agenda yang tengah dipersiapkan antara lain penyuluhan hukum gratis, konsultasi hukum pro bono, kajian keislaman, serta kegiatan sosial kemasyarakatan yang menyasar kelompok rentan.

“Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga momentum memperkuat fungsi sosial dan pelayanan hukum kepada masyarakat. Kami ingin Ramadan ini benar-benar menjadi bulan pengabdian,” tambahnya.

LPBH NU Kota Bekasi berharap seluruh program yang disiapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat luas bagi warga Kota Bekasi.

Perkembangan informasi akan terus diperbarui.

Bekasi – TerasBatas.com

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama